Sayonara 2020, wellcome 2021


Tahun 2020 boleh jadi merupakan tahun yang super cepat buat kita semua. Meski penuh dinamika, mulai dari virus corona sampai dengan korupsi bantuan sosialnya, tapi semua rasanya hanya sekadar lewat. Jika 2020 adalah taman hiburan, kita diajak berkeliling naik naik roller coaster super cepat sambil melihat fragmen-fragmen setiap wahana yang ada. 

Buat saya, yang terlihat pertama kali adalah keseruan dunia tulis-menulis di medium blog dan Terminal Mojok. Setelah itu ada wahana mengejar maling selama bulan puasa, lebaran tanpa maaf-maafan dengan tetangga dan ziarah kuburan mamah, bapak, juga nenek; perayaan 17 agustusan, wacana membuat bank sampah tingkat RT, merintis usaha dagang buku daring, menikmati bantuan sosial dari pemerintah, lalu harbolnas yang serunya bukan main. Semua itu berlalu begitu cepat, rasanya hanya 5-10 menit saja saya menyaksikan fragmennya. 

Di sisi lain, saya juga dibuat menjadi lebih sensitif pada emosi diri sendiri. Mulai dari semangat, putus asa, punya harapan lagi, acuh tak acuh, minder, dan insecure pernah saya rasakan di 2020. 

Setelah melewati itu semua, datanglah 2021 yang dipenuhi harapan dari banyak orang, entah itu semu atau nyata. Namun bagi saya ini menandakan bahwa saya belum selesai sampai di sini. Seperti orang lain, saya pun punya harapan dan mimpi untuk tahun ini. 

Nah, 2021, will you be my friend, my enemy, my ally, or what? Let's see.
Next Post Previous Post
No Comment
Add Comment
comment url