When You're Gone #2: Selamat Menunaikan Ibadah Puasa

source: unsplash

Hari ini aku, alhamdulillah, bisa menyelesaikan puasa pertama sampai waktu buka. Dan sepanjang hari aku ingin tau apakah kamu ikut puasa hari ini? Seingatku taun kemarin, kemarinnya lagi, dan kemarinnya lagi, kamu selalu absen di berpuasa di minggu awal karena berhalangan. Dan ini berarti kamu akan absen ikut solat ied saat lebaran tiba.

 

Aku tidak tau kenapa tapi sepanjang hari ingatan tentang bulan puasa yang kita lewati saat pacaran terus datang. Aku ingat bagaimana kita berjanji untuk tidak bertemu sepanjang bulan puasa. Aku juga ingat saat aku ikut buka puasa bareng teman kelasmu waktu SMP dulu. Dan sialnya, aku juga ingat bagaimana kita saling membangunkan lewat telfon dan sms saat bbm juga whatsapp belum populer. Berarti sekitar 10 taun yang lalu atau saat umur hubungan kita masih satu taun kurnag lebih.

 

Dulu kita masih punya stok perasaan cinta dan sayang yang setinggi gunung, sepertinya. Kita saur dan buka bersama meski secara tidak langsung—lewat telfon atau dengan menyamakan waktu makan. Kamu ingat itu kan?

 

Dan saat menulis tulisan ini aku juga ingat pernah berjalan kaki ke rumah mu saat malam hari untuk membantumu mengerjakan tugas. Kamu ingat kan? Itu loh yang aku berangkat setelah solat taraweh dan pulang sekitar pukul 9 malam.

 

Tapi anehnya, aku kesulitan mengingat apa saja momen yang bisa kurekam saat puasa taun kemarin selain kamu yang absen dim minggu pertama. Apa karena taun kemarin covid sedang ramai dan perhatianku tertuju padanya? Atau karena hal lainnya?

 

Yang jelas aku menyesal saat sadar puasa taun ini kita tak lagi bersama. Biar bagaimanapun, aku yang bertanggung jawab untuk hal ini.

 

Sangat aku sekali kan? Sebelumnya aku menyalahkanmu dan malam ini aku mengakui kesalahanku sendiri.

 

Tapi aku bahagia karena kamu pernah menyayangi laki-laki yang bodoh ini.

 

Terima kasih untuk itu.

Next Post Previous Post
No Comment
Add Comment
comment url