Tagline, Jauh Lebih Susah Daripada Nulis Artikel 1000 Kata

"Orang pintar minum tolak angin"
"Apapun makanannya, minumnya teh botol sosro"
"Indomie....seleraku~"

Tiga tagline tersebut saya yakin menempel dengan kuat di ingatan kita. Saking kuatnya, ada sebagian orang kreatif yang mengotak-atiknya sesuai keinginannya. Seperti "apapun masalahnya, solusinya jilat ludah sendiri". wkwkwk.




Selain nempel di ingatan dengan kuat, kira-kira apa lagi persamaan ketiga tagline di atas?

Yang bikinnya jago. 

Percaya, deh, lur. Bikin tagline itu jauuuuuh lebih sulit daripada bikin artikel seribu kata. Kenapa? Ya karena pendeknya itu. 

Orang bijak dari kulon sana pernah mengatakan "kalau kamu nggak bisa menjelaskan dengan mudah, berarti kamu nggak ngerti apa yang mau kamu omongin." Dengan kata lain, butuh pemahaman menyeluruh agar bisa menjelaskan sebuah informasi dengan kalimat yang pendek. Dan ini berlaku juga buat tagline. 

Gak percaya? 

Silakan buka google, lalu ketik kata kunci "cara membuat tagline" atau "hot to make a tagline". Saya yakin, berapa banyak pun tab yang kamu buka, isinya nggak jauh dari pahami konsumenmu, pahami apa yang pengen kamu sampaikan, pahami apa kelebihanmu atau apa yang bikin kamu lebih spesial dari kompetitor. 

Intinya pahami. 

Dan pembuat ketiga tagline itu sangat memahami semuanya. Tagline Teh Botol Sosro, misalnya. Dia paham bahwa setiap orang butuh minum setelah makan; dia paham bahwa minuman itu nggak cukup air putih; dan dia paham bahwa Teh Botol lebih enak daripada minuman lain dan memang begitu kenyataannya. 

Atau yang Indomie. 

Coba hitung, berapa banyak varian Indomie yang bisa kamu temukan di warung atau alfamart/indomart terdekat? Ajak satu orang temanmu buat beli indomie dan lihat varian apa yang dia pilih. Kalau berbeda, coba ajak dia buat mengganti pilihannya dengan varian yang kamu pilih. Saya yakin, 90% dia bakal keukeuh dengan pilihannya. 

Bisa ganti, sih, asal kamu yang bayarin. Wqwqwq. 

Yah intinya, semua pelanggan Indomi punya selera masing-masing. TAPI TETAP SAJA YANG DIBELI MERK-NYA INDOMIE. Iya kan? Maka tagline "Indomie...seleraku" memang cocok dan betul. 

Satu minggu kemarin saya berkutat dengan tagline. Jangan pikir ini tugas yang mudah. Karena untuk menghasilkan satu kalimat tagline butuh waktu banyak. Memilih dan memilah diksi yang tepat nyatanya bukan hal yang mudah, apalagi kalau harus pakai bahasa Indonesia. 

Lur, percaya deh, kalau kamu pelajari, diksi bahasa Indonesia itu sulit banget nemu yang spesifik. Kalau Inggris justru lebih mudah. 

Misalnya deh, kata "alat" dalam bahasa Indonesia amat sangat ambigu. Nggak bisa mendeskripsikan secara spesifik alat apa yang dimaksud. Kalau mau spesifik, harus ditambahi satu kata lagi di belakangnya. Misalnya, "alat jahit" berarti benda yang digunakan dalam proses menjahit. 

Lain halnya dengan bahasa Inggris. Alat, kalau diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris bisa jadi: tool, equipment, device, intrument, gear, and so on. Nih lengkapnya lihat di gambar ini:



Itu masih ada 18 kata lagi. Dan masing-masing kata penggunaannya juga berbeda. Kayak device misalnya, lebih sering digunakan dalam dunia teknologi. Dan gear justru digunakan untuk--setahu saya--dalam dunia per-hobi-an.

Jelas kan? 

Setelah mengalami sendiri betapa pusing dan susahnya memilih diksi buat tagline, saya jadi lebih menghargai siapa pun yang sangat pintar memainkan kata-kata. Misalnya the man behind akun twitter fahri sekrup. Bocah yang sering galau itu. Hormat saya setinggi-tinggi nya buat orang-orang seperti dia!

Next Post Previous Post
No Comment
Add Comment
comment url