0
Home  ›  Fiksi  ›  review buku

Resensi Buku My Grandmother Asked Me to Tell You She's Sorry: Lamban, Tapi Bikin Penasaran

"Resensi buku My Grandmother Asked Me to Tell You She's Sorry: Lamban, tapi Bikin Penasaran."

resensi_buku_my_grandmother_asked_me_to_tell_you_shes_sorry
Resensi buku My Grandmother Asked Me to Tell You She's Sorry

Jujur saja, pertama kali saya tertarik pada buku ini karena harganya murah. Kalau nggak salah ingat, penerbitnya menjual dengan diskon lebih dari 30%. Rasanya semua orang juga tahu ini bukan diskon yang bisa dilewatkan begitu saja. Tapi harga yang murah pun bukan jaminan bahwa buku ini harus dibeli.

Karena itu saya juga mencari review-nya di Goodreads dan alhamdulillah banyak yang positif. Sambil memantapkan hati, saya relakan jatah jajan buku bulan Desember tahun 2020 untuk novel ini. Lalu bagaimana ceritanya?

Daftar Isi

Sinopsis My Grandmother Asked Me to Tell You She’s Sorry

Secara garis besar, novel ini menceritakan seorang anak kecil bernama Elsa yang sangat dekat dengan neneknya. Bahkan Elsa lebih mengenal neneknya daripada ibunya sendiri, begitupun sebaliknya.

Tentu saja ini bukan tanpa alasan. Elsa diceritakan sebagai anak berusia hampir delapan tahun yang berbeda dari teman-temannya. Dia juga dianggap lebih pintar dari usianya. Karena anggapan ini Elsa nggak punya teman sama sekali di sekolahnya, hanya nenek yang mengerti Elsa dan menganggapnya luar biasa.

Nggak jarang Elsa dimarahi oleh ibu dan guru di sekolahnya karena membuat onar. Dia juga sering dirundung teman-teman seumurannya. Jika sudah begini, nenek akan ikut membuat onar atau menceritakan dongeng tentang Tanah-Setengah-Terjaga untuk menghiburnya.

Dia punya stok dongeng tentang ksatria, naga, malaikat salju, bayang-bayang, wurse, dan enam kerajaan di Tanah-Setengah-Terjaga. Elsa dan nenek juga punya bahasa rahasia untuk membicarakan rahasia mereka. Bisa dibilang Elsa lebih mirip anak nenek daripada anak ibunya

Lalu suatu hari, nenek harus pergi ke tempat yang sangat jauh sendirian. Dia nggak bisa lagi menemani Elsa. Tapi sebelum pergi, dia meminta Elsa menyelesaikan satu misi khusus: memberikan sepucuk surat dan sebuah kunci pada seseorang di suatu tempat.

Novel ini menceritakan perjalanan Elsa menyelesaikan misi terakhir dari neneknya tersebut

my_grandmother_asked_me_to_tell_you_shes_sorry

Cerita yang lambat tapi bikin penasaran

Yang menarik dari novel ini adalah ceritanya yang lambat, bahkan hampir membosankan saking lambatnya. Ada beberapa kejadian di novel ini yang membutuhkan dua sampai tiga bab untuk menyelesaikannya.

Tapi saya pikir ini masih bisa dimaafkan. Terlebih ceritanya bikin penasaran dan saya merasa harus menyelesaikannya meski butuh waktu yang lama.

Salah dua penyebabnya adalah dongeng nenek terlalu sulit untuk dimengerti dan banyak istilah asing tanpa penjelasan disebutkan di awal-awal cerita. Sejak awal sudah banyak dongeng tentang Tanah-Setengah-Terjaga tanpa penjelasan tentangnya. Hanya ada potongan-potongan dongengnya saja

Lalu banyak juga istilah aneh tanpa penjelasan sama sekali di dalamnya, seperti wurse, Hewan-hewan awan, bayang-bayang, Sang Monster, dan lain sebagainya.

Awalnya saya pikir nenek sedang memberikan nasehat lewat dongeng pada Elsa. Makanya, di awal-awal saya coba menghubungkan setiap dongeng dengan realitas kehidupan tapi ternyata nggak ada hubungannya sama sekali

Karakter Elsa yang kuat dan storytelling yang menarik

Hal lain yang saya suka dari novel ini adalah karakter Elsa yang sangat kuat. Saya sendiri pernah ikut jengkel karena kelakuannya. Tapi yang paling nempel di kepala saya adalah cara Elsa memahami “bahasa orang dewasa” yang asing baginya dengan cara mencarinya di Wikipedia.

Ini mengingatkan saya pada tokoh utama dalam novel Di Tanah Lada-nya Ziggy Z. yang suka membuka kamus saat menemukan kata-kata yang tidak dimengertinya. Elsa adalah contoh gen Z yang memanfaatkan teknologi dengan sangat baik

Baca juga: Review Buku Diary Teacher Keder

Gabungan antara dongeng, sedikit misteri, sedikit konflik, dan karakter utama yang kuat membuat ceritanya jadi lebih menarik dan nggak membosankan di tengah-tengah. Saya pikir novel ini cocok diberikan ke anak-anak dan remaja awal. Siapa tahu ada saudara atau anakmu yang sebentar lagi ulang tahun, boleh banget kasih novel ini sebagai hadiahnya

gilangoktaviana
Anime Lovers who writes everything in his mind.
Posting Komentar
Search
Menu
Theme
Share
Additional JS