0
Home  ›  Review anime

Review Anime The Yuzuki Family's Four Sons

"Review dari anime The Yuzuki Family's Four Sons yang tayang di akhir tahun 2023."

anime-the-yuzuki-family-four-sons

Akhir tahun 2023 kemarin, ada satu anime slice of life super bagus yang saya ikuti, judulnya The Yuzuki Family’s Four Sons. Ceritanya tentang kehidupan sehari-hari satu keluarga di Jepang dengan segala permasalahannya.

Sejak awal tayang, saya sebenarnya sudah mau membuat review anime The Yuzuki Family’s Four Sons sebagai tulisan bersambung. Tapi setelah dipikir ulang, rasanya akan lebih mudah dipahami (dan ditulis) kalau dijadikan satu.

Daftar Isi

Sinopsis The Yuzuki Family's Four Son

sinopsis-yuzuki-family

Adaptasi dari manga karangan Shizuki Fujisawa ini menceritakan tentang empat anak di keluarga Yuzuki: Hayato, Mikoto, Minato, dan Gakuto. Setelah orang tuanya meninggal, mereka hidup bersama dengan Hayato sebagai kepala keluarganya.

The Yuzuki Family’s Four Sons adalah anime slice of life yang santai dan cenderung lambat tapi jauh dari kata membosankan. Kamu akan melihat interaksi yang penuh dengan emosi antara Hayato si sulung yang pekerja keras, Mikoto si anak kedua yang kalem, Minato si anak ketiga yang enerjik, dan Gakuto si sulung yang bijak.

Review Anime The Yuzuki Family's Four Son

kembang-api

Ada banyak anime yang bermain di tema keluarga, tapi sedikit sekali yang berhasil meninggalkan kesan mendalam. Dari yang sedikit itu, lebih sedikit lagi yang bisa mengobok-obok perasaan di hampir semua episode-nya. Nah, cerita keluarga Yuzuki jadi salah satunya.

Bayangkan, dari episode pertama saja saya sudah dibikin jengkel oleh kelakuan Minato. Mentang-mentang sudah jadi remaja, dia sok mau mengantar adiknya pergi melihat festival kembang api. Padahal jarak ke venue acaranya jauh dan sudah pasti akan dihadiri banyak orang.

Demi menyenangkan adiknya, Minato mengabaikan berbagai kemungkinan buruk yang bisa terjadi pada mereka. Akhirnya ketika dia kehilangan Gakuto di venue acara, dia jadi panik sendiri. Untung kakak-kakaknya mau menyusul dan ikut mencari si bungsu.

Itu hanya satu dari sekian banyak masalah yang muncul dalam kehidupan sehari-hari keluarga Yuzuki. Kalau mau tahu lebih lanjut, silakan tonton sampai habis animenya. Saya cuma mau bilang bahwa dari setiap masalah itu, kamu bisa makin mengenal karakter Hayato dan adik-adiknya.

Sifat Yuzuki Bersaudara yang Tampak Jelas dan Nyata

Nah salah satu hal yang paling saya sukai dari anime ini adalah karakteristik setiap tokoh yang sangat menonjol. Si sulung Hayato, misalnya, rela bangun lebih pagi demi memasak sarapan buat adik-adiknya. Bahkan ketika harus lembur untuk menyelesaikan tumpukan pekerjaannya.

Meski begitu, Hayato juga nggak segan untuk bertindak tegas pada adik-adiknya. Seperti ketika Minato protes gara-gara diajari oleh Mikoto gara-gara nilai ulangannya jelek. Hayato dengan tegas melarang Minato makan malam sebelum menguasai pelajarannya.

hayato-angry

Ini menunjukkan bahwa Hayato sangat peduli pada adik-adiknya. Dia ingin mereka selalu bahagia dan bisa mandiri agar siap menjadi anggota masyarakat yang ideal saat dewasa nanti. Bagi saya, dia adalah ibu sekaligus ayah dalam keluarga Yuzuki.

Mikoto, sebagai anak kedua, jauh lebih mudah diajak bekerja sama oleh adik-adiknya—terutama Minato. Dia yang terkenal rajin dan pintar bisa langsung memutuskan bolos pelajaran demi pergi ke acara “Classroom Visitation” di sekolah Gakuto bersama Minato.

classroom-visitation

Nggak hanya itu, Mikoto juga kerap jadi penengah ketika adik atau kakaknya bertengkar. Pokoknya dia siap mengalah agar hubungan keluarganya tetap berjalan baik dan damai.

Lain Mikoto, lain pula Minato. Si pangais bungsu ini lebih sering jadi sumber masalah daripada sumber kebahagiaan bagi saudaranya. Hayato sendiri nggak pernah mau membiarkan Minato mengerjakan pekerjaan rumah.

Hampir semua masalah yang dia timbulkan berasal dari perasaan nggak mau kalah dari Mikoto dan kebiasaan tergesa-gesa dalam mengambil keputusan. Tapi terlepas dari itu, perilakunya ini didasari oleh perasaan sayang dan peduli pada keluarganya.

Terakhir ada si bungsu Gakuto yang bijak dan terlalu dewasa untuk anak berusia 6 tahun. Sepengalaman saya, anak yatim piatu yang masih kecil memang cenderung lebih cepat dewasa, tapi Gakuto ini terlalu ekstrim.

rain-and-boots

Setiap kali Minato coba mengambil inisiatif yang berpotensi menimbulkan masalah, Gakuto langsung muncul untuk mencegahnya. Misalnya, saat Minato tantrum karena ingin memakai sepatu yang sama dengan Mikoto, Gakuto dengan cepat menunjukkan sepatunya yang sama dengan Minato. Buat saya, sifat dewasa Gakuto yang seperti ini terasa lebay.

Kesimpulan

Permasalahan-permasalahan seperti ini bisa dengan mudah kita temukan dalam kehidupan sehari-hari. Kamu mungkin pernah melakukannya sendiri di rumah atau sekolah. Itulah mengapa anime The Yuzuki Family’s Four Sons sangat cocok dijadikan contoh oleh siapa saja yang seumuran dengan Yuzuki bersaudara.

Buat kamu anak sulung yang jadi sandwich generation, tentu bisa relate dengan problematika kehidupan Hayato. Kalau kamu jadi anak kedua atau anak ketiga, mungkin dapat memahami rasanya menjadi anak tengah yang harus mengalah.

Baca juga: Jujutsu Kaisen Memang Overrated

Begitupun bagi anak bungsu, perasaan yang dirasakan oleh Gakuto. Entah itu merasa jadi beban bagi keluarga, terlalu dimanjakan, atau yang lainnya.

Yang lebih menarik lagi, setiap masalah yang muncul bisa diselesaikan dengan baik dan masuk akal. Jadi kamu bisa tahu apa yang harus dilakukan ketika mengalami permasalahan yang sama dengan Yuzuki bersaudara. Bagi saya pribadi, hal ini efektif untuk membuat drama keluarga Yuzuki jadi nggak berlarut-larut.

gilangoktaviana
Anime Lovers who writes everything in his mind.
Posting Komentar
Search
Menu
Theme
Share
Additional JS